Dua Dunia Penelitian, Menggali Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif

Dua Dunia Penelitian, Menggali Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif

 


Oleh; Mukhlis, S.Pd., M..Pd.

Penelitian dalam ilmu sosial dan pendidikan dapat dilakukan melalui dua paradigma utama, yaitu pendekatan kuantitatif (positivistik) dan pendekatan kualitatif (naturalistik). Masing-masing pendekatan ini memiliki ciri khas dan metodologi yang  berbeda.

Kedua pendekatan ini mengedepankan cara yang berbeda dalam memahami dan menjawab fenomena  di masyarakat.  Adapun  perbedaan ini terletak pada cara pengumpulan data, jenis analisis yang digunakan, dan  bagaimana peneliti membangun pengetahuan dari data yang ada. 

Baca Juga: Menggali Kekayaan Budaya Melalui Penelitian Sastra: Mengapa Mahasiswa Enggan Meneliti Sastra

Pendekatan yang dipilih akan sangat bergantung pada masalah penelitian yang ingin dipecahkan, seperti  tujuan penelitian,  dan konteks yang ingin diteliti.

Pendekatan Penelitian Kuantitatif 

Pendekatan kuantitatif atau positivistik adalah suatu metode penelitian yang berfokus pada pengukuran variabel-variabel tertentu dengan menggunakan alat ukur yang dapat dihitung dan dianalisis secara statistik. 

Dalam pendekatan ini, peneliti berusaha untuk memperoleh data yang bersifat objektif dan dapat digeneralisasikan untuk populasi yang lebih luas. Pendekatan ini sering digunakan untuk menguji teori atau hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya, yang biasanya berdasarkan pada teori yang ada.

Penelitian kuantitatif dimulai dengan merumuskan hipotesis,  kemudian diuji melalui pengumpulan data menggunakan teknik yang terstruktur, seperti survei atau kuesioner

Data yang diperoleh dari responden biasanya berupa angka atau data numerik yang kemudian diproses dengan metode statistik untuk mencari hubungan antar variabel. Teknik analisis statistik seperti regresi, analisis varian, atau uji t sering kali digunakan untuk menggali hasil dari data yang terkumpul.

Baca Juga : Mengungkap Dilema PNS: Mengapa Gaji Masih Belum Cukup untuk Meraih Kekayaan?

Salah satu kekuatan utama dari pendekatan kuantitatif adalah kemampuannya untuk menghasilkan data yang dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar. Hal ini  sangat bermanfaat untuk penelitian yang bertujuan menghasilkan kesimpulan yang lebih luas dan berlaku umum. 

Hal ini sangat relevan dalam pengembangan teori atau konsep-konsep dalam disiplin ilmu sosial dan pendidikan yang memerlukan pemahaman yang lebih luas terhadap fenomena yang diteliti.

Pendekatan Penelitian Kualitatif 

Berbeda dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif lebih berfokus pada pemahaman yang mendalam tentang fenomena atau masalah yang diteliti dalam konteks alami. Penelitian ini  sering kali dilakukan dengan mendalami fenomena dalam setting yang tidak terstruktur.  

Dalam penelitian ini  peneliti terlibat langsung dalam situasi yang terjadi di lapangan. Tujuan dari pendekatan ini bukan untuk mengukur variabel-variabel secara statistik, melainkan untuk mengungkap makna, pengalaman, dan pandangan dari individu atau kelompok yang menjadi objek penelitian.

Jika dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari, penelitian kualitatif seperti seorang penjahit yang memproduksi pakaian. Setiap bagian dari pakaian harus dijahit dengan rapi, bahkan hingga bagian terkecil sekalipun. 

Samahalnya dengan penelitian kualitatif yang membongkar berbagai fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat dengan sangat detail, hingga ke bagian yang paling kecil.

Selanjutnya, penelitian kualitatif bertujuan untuk melahirkan teori baru yang bermanfaat bagi setiap ilmu yang dijadikan objek penelitian. Hal ini menjadikan penelitian kualitatif lebih hidup dan memberi dampak yang signifikan di tengah kehidupan akademik di setiap perguruan tinggi.

Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. Beberapa teknik yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif antara lain wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus. 

Data yang diperoleh biasanya berupa deskripsi naratif atau temuan yang dikumpulkan dalam bentuk teks, suara, atau gambar yang kemudian dianalisis secara induktif.

Baca Juga; Strategi Menulis 3K yang Efektif dan Produktif di Bulan Ramadhan

Salah satu karakteristik utama dari penelitian kualitatif adalah penekanan pada konteks dan pemahaman situasi atau fenomena yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini mengakui bahwa setiap fenomena memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks sosial, budaya, atau historisnya. 

Merujuk pada uraian di atas, penelitian kualitatif sangat bermanfaat untuk menggali pemahaman yang lebih dalam mengenai pengalaman subjektif individu atau kelompok dalam konteks tertentu. 

Keunggulan lainnya adalah pendekatan kualitatif dapat menggali lebih banyak informasi mengenai fenomena yang mungkin tidak terungkap melalui metode kuantitatif.

Perbandingan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif: Teori, Metode, dan Tujuan

Meskipun pendekatan kuantitatif dan kualitatif memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal metodologi dan tujuan, kedua pendekatan ini tidaklah saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. 

Pendekatan kuantitatif lebih berorientasi pada pengujian hipotesis dan pengukuran variabel dengan tujuan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan, sedangkan pendekatan kualitatif lebih berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena dalam konteks alami dan subjektif.

Pendekatan kuantitatif berusaha untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berfokus pada "berapa banyak" atau "sejauh mana" suatu fenomena terjadi, sedangkan pendekatan kualitatif lebih menekankan pada "mengapa" dan "bagaimana" fenomena tersebut terjadi dalam konteks tertentu. 

Pendekatan kuantitatif sering digunakan untuk menguji teori atau model yang telah ada, sementara pendekatan kualitatif lebih sering digunakan untuk mengembangkan teori atau untuk mendalami pemahaman tentang fenomena yang kompleks.

Menurut Kuhn dalam Sugiyono  (2008), paradigma yang dipegang oleh seorang peneliti akan sangat mempengaruhi cara mereka memandang dunia dan cara mereka melakukan penelitian. 

Seorang peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif cenderung melihat dunia sebagai kumpulan variabel yang dapat diukur dan dianalisis secara objektif,

Sementara itu peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif akan lebih fokus pada pemahaman makna yang terkandung dalam fenomena sosial yang mereka teliti.

Implikasi untuk Penelitian Sosial dan Pendidikan

Pendekatan kuantitatif dan kualitatif keduanya memiliki peran yang penting dalam pengembangan ilmu sosial dan pendidikan. Dalam penelitian sosial, pendekatan kuantitatif sering digunakan untuk mendapatkan gambaran besar tentang fenomena sosial.

Hal ini  seperti prevalensi suatu perilaku atau opini di masyarakat. Pendekatan ini juga memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan hubungan antar variabel, yang dapat dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan atau intervensi sosial yang lebih luas.

Namun, di sisi lain, pendekatan kualitatif memberikan kedalaman pemahaman yang tidak dapat dicapai oleh penelitian kuantitatif. 

Dalam konteks pendidikan, misalnya, penelitian kualitatif dapat menggali bagaimana pengalaman subjektif guru dan siswa memengaruhi proses pembelajaran. 

Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih kaya mengenai konteks sosial, emosional, dan budaya yang memengaruhi interaksi di dalam kelas dan dampaknya terhadap hasil belajar.

Simpulan 

Baik pendekatan kuantitatif maupun kualitatif memiliki keunggulan masing-masing yang saling melengkapi. Pendekatan kuantitatif memberikan hasil yang dapat digeneralisasi dan memberikan dasar untuk pengujian teori, sementara pendekatan kualitatif memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai fenomena yang lebih kompleks dan kontekstual. 

Kedua pendekatan ini dapat digunakan secara bersama-sama dalam suatu penelitian untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang fenomena yang diteliti. 

Dengan demikian, pemilihan pendekatan yang tepat sangat bergantung pada tujuan penelitian dan pertanyaan yang ingin dijawab, serta karakteristik dari fenomena yang sedang diteliti.

Penulis adalah  Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi dan Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe 

Berita Terkait

Posting Komentar

0 Komentar