Oleh: Mukhlis, S.Pd., M.Pd.
Manusia telah berupaya mencari pengetahuan sepanjang sejarahnya dengan berbagai cara. Sejak zaman kuno, orang-orang sudah mengetahui berbagai metode yang dapat digunakan untuk memperoleh ilmu.
Mulai dari percobaan yang tidak sistematis atau coba-coba (try and error), berkonsultasi dengan orang yang dianggap memiliki pengetahuan khusus seperti dukun, mengandalkan pengalaman pribadi, hingga melalui proses yang lebih terstruktur seperti penelitian.
Penelitian menjadi salah satu metode yang paling dihargai karena ia dilakukan secara ilmiah, dengan tujuan untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih mendalam dan bermanfaat.
Penelitian adalah metode ilmiah yang digunakan untuk menggali pengetahuan dengan tujuan mengembangkan, memperbaiki, serta memecahkan berbagai masalah atau fenomena yang belum terpecahkan.
Penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan, karena ia memberikan kontribusi dalam pencarian solusi terhadap masalah yang ada, baik dalam konteks sosial, budaya, pendidikan, maupun alam.
Saat berbicara tentang ilmu pengetahuan, kita tidak hanya berbicara tentang penemuan atau fakta-fakta baru, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan itu diperoleh melalui proses yang sistematis, objektif, dan valid.
Baca Juga: Supervisi Pengajaran: Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Berkelanjutan
Proses sistematis berarti bahwa penelitian dilakukan dengan urutan yang jelas, terstruktur, dan terorganisir, baik saat pelaksanaan penelitian maupun dalam pelaporan hasilnya. Hal ini penting agar hasil penelitian dapat dipahami dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Objektivitas dalam penelitian berarti bahwa masalah yang diteliti haruslah masalah yang nyata dan tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau subjektivitas peneliti. Penelitian ilmiah harus bersifat objektif, artinya harus berfokus pada kenyataan dan fakta yang ada, baik itu yang berkaitan dengan alam, sosial, pendidikan, maupun eksperimen.
Selain itu, validitas dalam penelitian merujuk pada ketepatan dan kebenaran instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data. Instrumen penelitian harus dapat diuji berdasarkan standar atau norma yang berlaku dalam dunia penelitian, agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan realitas yang ingin diketahui.
Dalam dunia penelitian, kita mengenal dua pendekatan utama, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kedua pendekatan ini adalah cara ilmiah yang digunakan oleh peneliti untuk mendekati objek atau fenomena yang ingin diteliti. Masing-masing pendekatan memiliki karakteristik dan metode yang berbeda, yang sesuai dengan jenis masalah atau objek yang sedang diteliti.
Objek penelitian dalam kedua pendekatan ini bisa berupa berbagai hal, mulai dari fenomena sosial, budaya, pendidikan, hingga fenomena alam. Tujuan utama dari kedua pendekatan ini adalah untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi, meskipun cara dan fokus penelitian yang digunakan berbeda.
Pendekatan kualitatif, yang akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini, lebih menekankan pada pemahaman mendalam tentang suatu fenomena, sedangkan pendekatan kuantitatif lebih berfokus pada pengukuran dan analisis data numerik.
Sugiyono (2008) dalam bukunya yang berjudul "Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif R dan D" mengungkapkan bahwa terdapat empat belas perbedaan mendasar antara kedua pendekatan tersebut.
Perbedaan ini mencakup beberapa aspek penting, seperti peran peneliti, instrumen penelitian, jenis penelitian, jenis data yang digunakan, dan filosofi dasar yang mendasari masing-masing pendekatan. Walaupun perbedaan ini sangat signifikan, tulisan ini akan lebih fokus pada pembahasan tentang penelitian kualitatif.
Walaupun penelitian kualitatif sudah lama digunakan dan banyak diterapkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan dan sosial. Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian kualitatif sering kali masih diragukan oleh sebagian orang.
Penelitian kualitatif sering dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan, terutama oleh mereka yang lebih terbiasa dengan pendekatan kuantitatif, yang sering dianggap lebih objektif dan dapat menghasilkan data yang lebih "terukur".
Padahal, penelitian kualitatif memiliki kekuatan tersendiri, terutama dalam menggali pemahaman mendalam tentang berbagai fenomena sosial, budaya, dan pendidikan.
Ada beberapa alasan mengapa penelitian kualitatif masih sering diragukan. Salah satunya adalah persepsi bahwa penelitian ini cenderung bersifat subyektif karena peneliti sangat terlibat dalam proses pengumpulan data.
Hal ini berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang sering dianggap lebih objektif karena menggunakan instrumen yang telah ditetapkan sebelumnya dan mengandalkan data numerik yang dianggap lebih "pasti".
Instrumen Penelitian Kualitatif
Instrumen dalam penelitian kualitatif sangat berbeda dengan instrumen dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri berfungsi sebagai instrumen utama.
Artinya, peneliti berperan langsung dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Peneliti kualitatif seringkali merancang instrumen penelitian mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan data yang ingin diperoleh, dan instrumen ini dapat berubah selama proses penelitian berlangsung.
Hal ini menjadi salah satu perbedaan utama dengan penelitian kuantitatif, di mana instrumen penelitian telah ditetapkan secara pasti sebelum penelitian dimulai dan tidak dapat berubah selama penelitian berlangsung.
Perubahan instrumen di tengah-tengah penelitian sering kali menjadi salah satu alasan mengapa penelitian kualitatif sering diragukan.
Instrumen dalam penelitian kualitatif dapat berupa wawancara, angket, observasi, atau kuisioner, tergantung pada jenis data yang ingin diperoleh oleh peneliti.
Keberagaman instrumen ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara lebih mendalam dan fleksibel, sesuai dengan dinamika dan konteks yang ada di lapangan.
Data dan Sumber Data dalam Penelitian Kualitatif
Data dalam penelitian kualitatif bukan hanya sekedar angka atau statistik, tetapi lebih berupa informasi yang kaya dan mendalam mengenai suatu fenomena.
Dalam penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan bertujuan untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang suatu masalah, yang pada akhirnya dapat menghasilkan teori baru atau pemahaman baru dalam suatu bidang ilmu.
Penelitian kualitatif sering kali bertujuan untuk mengembangkan teori-teori baru, yang berbeda dengan penelitian kuantitatif yang lebih berfokus pada pengujian atau pembuktian teori yang sudah ada.
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan sampel yang representatif dari populasi untuk melakukan analisis statistik dan menguji hipotesis.
Sebaliknya, dalam penelitian kualitatif, peneliti tidak selalu menggunakan sampel yang besar, melainkan lebih mengutamakan kedalaman pemahaman terhadap subjek penelitian yang lebih terbatas. Oleh karena itu, data dalam penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif dan naratif, serta lebih fokus pada kualitas informasi yang diperoleh daripada kuantitasnya.
Kedekatan Data dengan Peneliti dalam Penelitian Kualitatif
Salah satu ciri khas utama dalam penelitian kualitatif adalah kedekatan peneliti dengan objek penelitian. Peneliti dalam penelitian kualitatif tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengamatan dan interaksi dengan subjek penelitian.
Baca Juga: Peran Krusial Guru di Era Kecerdasan Artifisial (AI), Tantangan dan Peluang
Hal ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang konteks sosial, budaya, atau situasi yang sedang diteliti.
Namun, kedekatan antara peneliti dan data ini sering kali menimbulkan anggapan bahwa hasil penelitian kualitatif dapat dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk menjaga objektivitas dan transparansi dalam proses penelitian, meskipun mereka terlibat secara langsung dalam pengumpulan dan analisis data.
Penelitian Kualitatif Menghasilkan Teori Baru
Penelitian kualitatif memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan. Di banyak negara maju, penelitian kualitatif dianggap sebagai salah satu metode yang sangat penting dalam menggali pemahaman mendalam tentang fenomena sosial yang ada.
Hasil-hasil penelitian kualitatif dapat memberikan kontribusi besar dalam memahami berbagai dinamika sosial yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan angka atau data statistik.
Penggunaan bahasa sebagai alat untuk menganalisis fenomena sosial merupakan salah satu ciri khas penelitian kualitatif.
Bahasa digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan makna yang terkandung dalam suatu peristiwa atau kejadian, yang sering kali tidak dapat diungkapkan secara sederhana melalui angka atau grafik. Oleh karena itu, penelitian kualitatif menjadi sangat penting dalam mengungkapkan berbagai dimensi kehidupan sosial yang lebih kompleks.
Simpulan
Adalah tidak tepat untuk meragukan penelitian kualitatif hanya karena perbedaannya dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kualitatif memiliki keunggulannya sendiri dalam menggali pemahaman mendalam tentang fenomena sosial, budaya, dan pendidikan.
Melalui pendekatan yang sistematis dan objektif, penelitian kualitatif mampu memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarakat.
Penelitian kualitatif memberikan ruang bagi peneliti untuk mengungkapkan aspek-aspek kehidupan yang sering kali tidak dapat dijangkau oleh penelitian kuantitatif.
Memberikan wawasan baru yang sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak meremehkan potensi penelitian kualitatif dalam berbagai bidang kajian.
Penulis adalah Guru SMAN 1 Lhokseumawe
0 Komentar