Oleh:Muklis Puna
Syair-syair sajak serentak,
menggores luka,
kata-kata meringkik,
berderap di atas tanah negeri.
Melaju tanpa jeda,
berkeringat dalam nada,
imaji tajam menghunus,
menebas dusta.
Korupsi bukan warisan leluhur,
bukan ajaran kitab suci,
tak tumbuh dari akhlak mulia,
bukan laku insan berbudi,
ia adalah nafsu yang dinyalakan iblis.
Bersuara melawan korupsi butuh nyali
di tanah penuh intrik.
Korupsi adalah mahkota raja,
kejujuran digiring ke kandang derita,
dicampakkan, dihinakan,
ditelanjangi di layar kaca.
Di zaman gila ini,
tak mencuri dianggap anomali,
birokrasi tanpa suap mitos tak berbukti.
Sumpah-sumpah disulap jadi mantra,
pengadilan menjelma panggung sandiwara,
menjual hukum dalam ilusi.
Puisi: Purnama Tak Terjamah
Menolak korupsi lewat puisi
adalah suara hati.
Kami berdiri tegak
bersama yang tertindas.
Menolak korupsi dalam sajak
adalah keberanian sejati,
sebab dalam puisi,
tak ada tipu daya,
tak ada dusta
hanya suara lantang
yang siap membakar borok negeri.
Lhokseumawe, 30 Maret 2025
0 Komentar