Karya: John Dewa Bayu Samudra
Diamku lirih membisik negri Indonesia
haruskah cita mulianya berakhir nyawa?
tumpah air mata kepedihan tak terkira
kabar duka menoreh luka nusa Flobamora
haruskah cita mulianya berakhir nyawa?
tumpah air mata kepedihan tak terkira
kabar duka menoreh luka nusa Flobamora
Flores Larantuka Lewotala
tanah ketuban yang kau tinggalkan
demi secercah asa bahagia sejahtera
rela tubuhmu melepas pelukan kasih ibunda
dan kini kau kembali tanpa canda tawa
tanah ketuban yang kau tinggalkan
demi secercah asa bahagia sejahtera
rela tubuhmu melepas pelukan kasih ibunda
dan kini kau kembali tanpa canda tawa
Baca Juga: Puisi: Purnama Tak Terjamah
Sunyi...
Sepi...
Sepi...
Dimanakah hati , dimanakah Tuhan
perih pedihku bertanya pada keadilan
ketika kabar mewarta serupa misteri tubuhmu tak bernyawa di garis batas kemanusiaan
perih pedihku bertanya pada keadilan
ketika kabar mewarta serupa misteri tubuhmu tak bernyawa di garis batas kemanusiaan
Haruskah mata dibalas mata
ataukah darah dibalas darah
pun atau nyawa dibalas nyawa
ataukah darah dibalas darah
pun atau nyawa dibalas nyawa
Tidak.... Tidak... Tidak............
Kami Flobamora adalah manusia
Salah siapa
Dosa siapa
tatkala cita suci anak bangsa
berakhir di tangan saudaranya Papua
Dosa siapa
tatkala cita suci anak bangsa
berakhir di tangan saudaranya Papua
Selamat jalan Rosalia adikku
selamat memasuki Yerusalem baru
tempat terindah penuh susu dan madu
serahkan perkara ini pada Tuhanmu
selamat memasuki Yerusalem baru
tempat terindah penuh susu dan madu
serahkan perkara ini pada Tuhanmu
Baca Juga: Puisi: Di Tengah Kabut Negeri
Doa- doa kami
mantra-mantra leluhur
nyanyian semesta Flobamora
mengatup tangan mengiringimu pergi
pulanglah dalam damai
Amin...amin...amin
mantra-mantra leluhur
nyanyian semesta Flobamora
mengatup tangan mengiringimu pergi
pulanglah dalam damai
Amin...amin...amin
Larantuka,...Maret 2024
0 Komentar